Categories

My Corporates

Partners

Meta


Main | Sebuah Ide Dapat Mengubah Dunia »

Optimalisasi Penerapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Value Chain Management

By Hanungbayu | April 4, 2008

CSR - profit, people, planetTanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibilitiy-CSR) di Indonesia masih merupakan binatang baru. Timbulnya kasus Indorayon beberapa tahun lalu di Porsea dulu (sekarang Toba Pulp Lestari) pada hakekatnya karena perusahaan melupakan peran tanggung jawab sosialnya. Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan bagaimana seharusnya pihak perusahaan bersikap terhadap lingkungan sosial dimana pihak perusahaan dalam hal ini dilihat sebagai bagian dari masyarakat yang lebih luas. Saat ini perusahaan dihadapkan pada paradigma yang relatif masih baru di Indonesia, yaitu paradigma yang melihat antara pihak perusahaan dan masyarakat bukanlah dua pihak yang berbeda dan bertolak belakang, namun merupakan bagian yang tak terpisahkan.

Fakta empiris yang melatarbelakangi dilakukannya tulisan saya ini adalah adanya realita kontradiktif, dimana di satu pihak ada perusahaan besar yang aktivitas usahanya banyak diwarnai dengan konflik sosial, tetapi di sisi lain ada perusahaan besar yang berkinerja baik tanpa harus mengalami konflik sosial. Kondisi yang demikian diduga sangat dipengaruhi oleh derajat perilaku etis perusahaan, yang diwujudkannya melalui kadar tanggung jawab sosial perusahaan.

Perusahaan sebagai sebuah sistem, dalam keberlanjutan dan keseimbangannya tidak bisa berdiri sendiri. Perusahaan memerlukan kemitraan yang saling timbal balik dengan institusi lain. Perusahaan selain mengejar keuntungan ekonomi untuk kesejahteraan dirinya, juga memerlukan alam untuk sumber daya olahannya dan stakeholders lain untuk mencapai tujuannya. Dengan menggunakan pendekatan tanggung jawab sosial perusahaan, perusahaan tidak hanya mendapatkan keuntungan ekonomi, tetapi juga keuntungan secara sosial. Dengan demikian keberlangsungan usaha tersebut dapat berlangsung dengan baik dan secara tidak langsung akan mencegah konflik yang merugikan.

Saya mengambil setting studi kasus penerapan tanggung jawab sosial perusahaan pada perusahaan besar pengekspor bubur kertas PT Toba Pulp Lestari, di Porsea, Sumatera Utara. Perusahaan besar tersebut dari segi potensi produksi, luas pasar, posisi geografis dan luas lahan, selain memberi pengaruh besar perekonomian masyarakat sekitar, juga berpotensi menimbulkan masalah sosial dan lingkungan.

Pada tahun 1998, perusahaan ditutup akibat pertentangan dari masyarakat akibat tidak adanya tanggung jawab sosial perusahaan. Setelah dilakukan audit menyeluruh, pada tahun 2003, perusahaan beroperasi kembali dengan etika dan budaya perusahaan yang baru. Dengan paradigma baru, perusahaan menerapkan etika bisnisnya dengan baik. Dengan begitu perusahaan telah mendapatkan makna kinerja yang lebih baik, dan memberi makna positif bagi lingkungan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam penelitian ini, saya mendapatkan deskripsi tentang wujud implementasi tanggung jawab sosial perusahaan pada PT Toba Pulp Lestari, yang pernah mengalami konflik sosial sehingga tidak saja menimbulkan kerugian materi, namun sampai dengan masalah keberlangsungan usaha. Tanggung jawab sosial perusahaan dapat tumbuh dan berkembang dalam suatu perusahaan ketika perusahaan tersebut memiliki budaya perusahaan (corporate culture) yang mengutamakan masalah sosial dan humanity. Budaya perusahaan seperti inilah yang melandasi seluruh proses bisnis perusahaan yang akan tampak pada value chain management-nya. PT Toba Pulp Lestari saat ini mempunyai visi dan misi yang menunjang budaya perusahaannya tersebut dengan mengacu pada etika ‘empati’ terhadap hubungan antar manusia, sehingga bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang dipakai merupakan keinginan tulus untuk melakukan kegiatan yang baik yang benar-benar berasal dari visi dan misi perusahaan itu.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, PT Toba Pulp Lestari saat ini telah memberi makna implementasi tanggung jawab sosial perusahaan sebagai suatu bentuk tanggung jawab perusahaan untuk mempertemukan berbagai kepentingan yang terkait dengan aktivitas perusahaan. Tidak saja bagi kepentingan internal, tetapi juga kepentingan eksternal (sesuai dengan pendekatan stakeholders).

Menurut hasil menginduksi antara realita dengan bimbingan teori Davenport (melalui 20 indikator kadar implementasi tanggung jawab sosial perusahaan) dapat ditemukan beberapa ciri utama penting dalam implementasi tanggung jawab sosial PT Toba Pulp Lestari, antara lain: adanya komitmen tinggi terhadap masyarakat (community), lingkungan (environment), dan pekerja (employees). Selain itu juga dilandasi pula dengan perilaku etis berbisnis, komitmen-komitmennya terhadap stakeholders, terhadap kepentingan investor, terhadap supplier. Realitas tersebut memperkuat teori Freeman (1984) dan Post (2002) tentang pendekatan stakeholder perusahaan.

Secara langsung atau tidak, bahwa implementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang baik, telah memberi makna ekonomi bagi kinerja perusahaan PT Toba Pulp Lestari. Kinerja baik ekonominya ditandai oleh kemampuannya kembali berproduksi dengan tanpa gangguan dari masyarakat, untuk kemudian dapat memperluas dan mempertahankan pasar internasionalnya. Karena dukungan tanggung jawab sosial perusahaan yang baik pulalah, kemudian PT Toba Pulp Lestari mendapat image baik sebagai perusahaan internasional. Pengakuan internasional PT Toba Pulp Lestari, yang paling penting adalah diperolehnya penghargaan sertifikasi standar mutu ISO 9000, dan sertifikasi manajemen lingkungan melalui ISO 14000.

Tanggung jawab sosial PT Toba Pulp Lestari bagi masyarakat sekitar dalam bentuk kemitraan, pengembangan komunitas, dan pelayanan publik, memiliki makna ekonomi berupa besarnya dana yang mengalir secara langsung dari perusahaan, atau tidak langsung sebagai efek multiplier dari perputaran roda ekonomi masyarakat sekitar itu sendiri. Terbukanya berbagai jenis lapangan kerja baru, berbagai bentuk program mitra kerja perusahan, dan juga berkembangnya sektor informal, adalah sebagai bukti menggeliatnya perekonomian masyarakat sekitar. Pembangunan sarana fisik bagi lingkugan masyarakat, sumbangan di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat, secara tidak langsung juga telah memberi pengaruh peningkatan kualitas SDM dan potensi ekonomi masyarakat.

Atas dasar temuan penelitian kasus ini, yang menggunakan metode value chain management hingga dapat diketahui peran dan keterlibatan masyarakat dalam proses penciptaan value perusahaan, dapat diajukan berbagai saran, baik yang terkait dengan kepentingan penelitian di bidang ilmunya, bagi kepentingan praktis perilaku perusahaan, maupun bagi kepentingan pengembangan kebijakan. Hasil temuan terapan tanggung jawab sosial PT Toba Pulp Lestari, dapat dijadikan model percontohan bagi perusahaan setara yang mengalami banyak konflik sosial. Terhadap kebijakan publik/industri, pemerintah perlu lebih kondusif mendorong keberhasilan implementasi tanggung jawab sosial perusahaan, baik berupa kebijakan baru atau pemberian insentif bagi perusahaan yang telah mampu mengimplementasi tanggung jawab sosial perusahaan secara baik dan nyata.

Topics: Strategic Management |

2 Responses to “Optimalisasi Penerapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Value Chain Management”

  1. dwiani Says:
    April 26th, 2009 at 11:13 am

    bisa minta jurnal penelitiannya lengkap dengan data pendukung? thank partisipasi anda

  2. dee Says:
    May 25th, 2009 at 3:56 pm

    terimakasih artikel anda sangat konkret dan deatail sekali sehingga sangat cocok untuk menjadi referensi bagi saya

Comments